Dibawa Kabur Pakai Motor, Siswi SMK Digilir Enam Pemuda

- Mawar (16) bukan nama sebenarnya seorang siswi salah satu SMK di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, digilir oleh enam orang pemuda di Sawere, Desa Padang, Kecamatan Gantarang, Selasa (28/02/2012) sekitar pukul 22.00 Wita.

Korban mengaku digilir enam orang pemuda bernama Nova, Anas, Acang dan tiga orang yang belum diketahui identitasnya.

Seorang saksi, Rika yang juga rekan korban, kepada polisi mengatakan, peristiwa berawal saat korban diajak oleh salah seorang pelaku bernama Anas untuk bertemu. Tanpa curiga, korban yang baru mengenal pelaku melalui telepon itu langsung menerima ajakan tersebut.

Pelaku menjemput korban dengan menggunakan motor jenis Kawasaki Ninja dengan nomor polisi DD 6233 HE di rumah kos korban di Lorong SD 1, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu. Bersama saksi dan teman-teman lainnya, pelaku kemudian membawa korban ke beberapa tempat di dalam kota Bulukumba dengan maksud untuk jalan-jalan, sementara Rika dibonceng oleh salah seorang pelaku bernama Nova.

Setelah berputar-putar di dalam kota, pelaku kemudian mengarahkan motornya menuju daerah Sawere, Desa Padang, Kecamatan Gantarang, dengan alasan ingin mengajak korban makan buah rambutan di rumah tante pelaku. Di tengah perjalanan, pelaku kemudian tancap gas dan meninggalkan teman-temannya yang lain. Sementara Mawar dan Rika keburu dibawa oleh pelaku.

Sesampai di daerah tersebut, Mawar dan Rika kemudian dibawa ke sebuah kebun cokelat. Karena curiga, Rika kemudian meminta untuk berhenti dan meminta untuk diantar kembali ke rumahnya. Namun pelaku Anas menolak dan tetap melanjutkan pejalanannya sehingga Rika terpaksa memilih melompat dari motor dan melarikan diri ke rumah warga. Sementara korban Mawar terlanjur dibawa pergi ke sebuah kebun yang jauh dari pemukiman penduduk.

Karena korban terus meronta, pelaku mengancam korban dengan menggunakan badik yang diletakkan di bagian leher korban sehingga di tempat itulah, korban akhirnya diperkosa secara bergiliran oleh pelaku, cerita Rika kepada penyidik saat melaporkan kejadiannya pada Kamis (01/03/2012) siang.

Korban maupun saksi baru melaporkan kejadiannya ke polisi, setelah korban mengalami depresi berat atas kejadian yang menimpanya.

Usai melihat kondisi korban di rumah sakit, Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bulukumba, Aipda Medan Pontingamba mengatakan, para pelaku disinyalir komplotan yang sama, yang menggilir pelajar SMP RL (11), di mana dua orang pelaku, Nova dan Anas, memiliki kemiripan dan dan ciri-ciri seperti yang disebutkan kedua korban, termasuk motif, waktu, serta lokasi tempat korban dieksekusi.

"Ada dua pelaku yang sama disebutkan kedua korban, termasuk motifnya dan tempat kejadian yang hampir sama. Hanya saja, Mawar digauli enam pelaku sementara RL digauli tujuh orang pelaku," jelas Medan kepada wartawan.

Hingga saat ini, polisi hanya mengamankan satu unit motor Kawaski Ninja yang digunakan salah seorang pelaku yang menjemput korban dari rumahnya. Sementara itu korban, Mawar, masih menjalani perawatan intensif dan trauma atas kejadian yang menimpanya.

Sejak dua bulan terakhir, tercatat sedikitnya empat kasus pemerkosaan yang ditangani Polres Bulukumba. Dua diantaranya dilakukan sekelompok pemuda yang diduga memang beraksi secara berkelompok dan memilih korban dari kalangan remaja atau pelajar.

Video Mesum Mahasiswa Lampung Hebohkan Warga

Video porno berdurasi sekira 15 menit berisi adegan hubungan ala suami istri yang dilakukan dua mahasiswa Universitas Megou Pak, Kabupaten Tulangbawang, Lampung, beredar.

Peredaran video itu membuat heboh warga Tulangbawang, karena cepat menyebar melalui telepon seluler sejak dua pekan terakhir.

Dua mahasiswa tersebut masing-masing berinisial So dan Ks. Mereka melakukan adegan intim layaknya suami istri itu di sebuah toilet berdinding keramik warna cokelat.

Pihak kampus Universitas Megou Pak membenarkan pelaku video tersebut adalah mahasiswanya. Kabag Humas Universitas Megou Pak, Gustaf, mengaku telah memproses sanksi terhadap kedua mahasiswa tersebut.

"Sudah kami beri sanksi sesuai aturan akademik dalam pasal 64," kata dia.

Berdasarkan pasal tersebut, mahasiswa yang melakukan tindakan terlarang harus dilakukan sanksi tegas yakni dikeluarkan dari UMPTB, baik secara lisan maupun tertulis. Tindakan ini telah diambil pihak universitas.

"Kami mengeluarkan keduanya dari Universitas, sebab perbuatan keduanya telah mencoreng nama baik dan citra pendidikan," katanya.

Sementara itu, Bupati Tulangbawang Abdurrachman Sarbini menyatakan beredarnya video mesum itu tidak akan membuat citra Universitas Megou Pak menurun.

"Itu perbuatan oknum mahasiswa, individu, bukan kelembagaan. Tidak akan menurunkan citra Megou Pak," kata dia.

"Menurut saya dengan adanya video mesum itu membuat nama UMPTB semakin populer. Yang tadinya enggak tahu (UMPTB) jadi tahu, walaupun sudah ada di internet," kata pria yang akrab disapa Mance itu.

Seorang Kakek Nekat Gauli Gadis 11 Tahun

Seorang kakek di Makassar, Sulawesi Selatan nekat menggauli bocah berumur 11 tahun. Perbuatan bejat pelaku terbongkar saat kepergok warga hendak melakukan tindakan asusila tersebut di rumahnya.

Pria bernama KDN, warga jalan Landak Baru, Makassar, Sulawesi Selatan ini masih menjalani pemeriksaan di kepolisian. Seperti diketahui, perbuatan bejat pelaku terbongkar saat warga memergoki kakek berusia lima puluh enam tahun ini melakukan tindakan asusilanya di bawah pohon di pinggir jalan, tidak jauh dari rumah pelaku. Saat hendak dimassa oleh warga, pelaku berhasil melarikan diri.

Namun selang dua jam, aparat dari Polsek Rappocini Makassar berhasil membekuk tersangka di rumah saudaranya di Kabupaten Gowa.

Di hadapan aparat, pelaku mengakui semua perbuatannya. Kakek yang telah memiliki 4 orang anak dan seorang cucu ini melancarkan aksinya setelah mengiming-imingi korban uang lima ribu rupiah. Setelah terpengaruh, ia kemudian membujuk korbannya ke tempat sepi. Lebih parah lagi, pelaku mengaku telah melakukan aksi biadabnya lebih dari sekali.

Kapolsek Rappocini, AKP Ahmad mengatakan, tersangka dijerat ancaman hukuman 5 tahun penjara atas perbuatan biadabnya tersebut. Pelaku dikenakan pasal 290 subsider 287 ayat 1 kuhp pidana serta uu perlindungan anak no 23 thn 2002.

Sementara itu, korban saat ini masih dalam keadaan shock. Ia belum berani berkomentar dan bertemu dengan orang banyak.

Beredar Foto Seronok Memegang Pantat Obama di Restoran


Ada peristiwa menarik saat Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama melakukan kunjungan ke San Fransisco pekan lalu. Tampak seorang perempuan seperti merogoh bokong dari Presiden ke-44 AS itu.

Kejadian ini berlangsung saat Obama mengunjungi sebuah restoran China di sela-sela upayanya untuk mencari dukungan dana menjelang kampanye presiden. Obama pun disambut meriah oleh warga yang berada sedang santap makanan di restoran Great Eastern.

Saat hendak berfoto dengan salah seorang warga, tiba-tiba saja seorang perempuan berpose di samping Obama. Namun tangan perempuan itu tampak merogoh bokong dari presiden kulit hitam pertama AS ini. Demikian diberitakan Huffington Post, Senin (20/2/2012).

Obama datang ke restoran itu tanpa menggunakan jas resmi. Sementara lengan kemejanya dilipat, hingga foto tangan dari perempuan menyentuh bokong Obama pun jelas terlihat.

Entah kejadian itu disengaja atau tidak, tetapi yang jelas foto yang beredar ini membuat perhatian lebih dari banyak warga.

Kunjungan Obama ke restoran itu sebelumnya juga sempat menimbulkan kontroversi. Restoran ini diketahui menyediakan menu sup sirip ikan hiu. Padahal para aktivis lingkungan amat mengecam restoran yang menyediakan makanan ini, karena keberadaan ikan hiu yang terancam punah.

Lewat undang-undang yang baru akan berlaku 2013 mendatang. Makanan jenis ini dilarang untuk diperjualbelikan di Amerika, namun menurut pihak Gedung Putih Obama tidak memesan sup tersebut.

Gedung Putih mengatakan, bahwa Presiden Obama memesan dimsum udang dan babi, serta berbagai makanan lainnya. Tetapi mereka menegaskan tidak ada sup sirip ikan hiu dan dipesan oleh Obama.

Majalah arab tampilkan wanita berbikini

Yara Mashour mengambil keputusan berani. Sebagai Pemimpin Redaksi Lilac, majalah Arab yang bermarkas di Israel, ia menantang kebiasaan dan tradisi. Di sampul edisi baru majalah itu ada potret model perempuan berbalut bikini. Seperti dikutip dari Daily Mail, majalah itu menampilkan sosok Huda Naccache, model 22 tahun keturunan Arab dan Israel asal Haifa. Berbalut bikini hitam dengan kemeja putih tersampir di bahu, sorot mata sang model menatap tajam ke arah pembaca.



Yara mengatakan, "Huda adalah model Arab pertama yang tampil berbikini untuk sampul majalah Arab. Selama satu dekade saya terus bekerja memperjuangkan kehidupan wanita Arab agar dapat memiliki lebih banyak hak dan kebebasan di Timur Tengah."

Huda sendiri merasa bangga terpilih sebagai sosok yang dicitrakan Lilac sebagai wanita kuat dan menakjubkan. "Aku sangat bangga menjadi yang pertama untuk (mengenakan bikini di sampul Lilac)," katanya. "Saya model profesional dan seharusnya ini dianggap normal."

Meski demikian, Huda tak memungkiri awalnya ia ragu menerima tawaran tersebut. Ia sadar betul batas tabu dan norma masyarakat setempat. "Tapi, setelah meminta restu orangtua, saya menjadi berani dan penuh percaya diri. Saya tidak takut menjadi gadis yang mengambil langkah pertama, dan membuka kesempatan model Arab lainnya, untuk mewakili wanita liberal dan independen Arab muda."

Kebijakan redaksional Lilac itu jelas mengundang kontroversi. Lilac adalah majalah pertama di Jazirah Arab yang mendobrak tabu. Ia berani menampilkan wanita berbikini di sampul depan.

"Sejak saya mendirikan Lilac di Israel 10 tahun lalu, saya memecahkan tabu mengenai wanita di tengah masyarakat. Aku bekerja untuk pemberdayaan dan kebebasan wanita," kata Yara. "Saya ingin memulai konsep baru tentang wanita Arab yang berani mematahkan tabu sosial, dan menunjukkan kecantikan fisik mereka di depan umum."

Lilac, yang bersikap sekuler, menjadi majalah Arab paling populer di Israel dan dibaca di sejumlah negara Arab. Majalah wanita ini ditulis dalam bahasa Arab, dengan sisipan bahasa Inggris. "Karena generasi baru dan muda lebih suka membaca bahasa Inggris," kata Yara.



Yara berharap kebijakannya akan memancing diskusi positif, bukan bencana. Ia sadar selama ini media di Arab tabu menampilkan bahu, lutut. dan punggung wanita, apalagi wanita berbikini. "[Pemerintah] mungkin akan melakukan sensor dan melarang majalah ini beredar. Sejumlah negara Arab seperti Lebanon seharusnya tak membuat larangan, karena kupikir mereka sangat bebas."

Penculik Perempuan Selalu Rusak Alat Vital Korbannya

Petugas Polres Bantaeng, Sulawesi Selatan, masih berusaha keras mengungkap serangkaian kasus penculikan dan kekerasan seksual terhadap para bocah perempuan.

Sudah tujuh anak yang diculik. Korban selalu mendapat kekerasan seksual dengan merusak alat vital korbannya. Polisi menduga pelaku adalah jaringan yang sama.

Anehnya, pelaku berhasil membawa kabur bocah padahal sedang tidur di samping orangtua mereka.

Kasat Reskrim Polres Bantaeng AKP Dodik Susianto, Senin (12/3/2012), menjelaskan berdasarkan keterangan dari para korban ciri-ciri penculik antara satu dengan yang lainnya berbeda.

Terkait kasus penculikan terbaru terhadap bocah berinisial ND (8), warga Kelurahan Lamalaka, Kecamatan/Kabupaten Bantaeng, pada Minggu dini hari kemarin, polisi sempat mengamankan tiga orang. Namun ketiganya tidak terbukti terlibat. Setelah dipertemukan, korban mengaku tidak mengenali mereka.

Meski demikian Dodik memastikan modus penculikan dan pemerkosaan terhadap ND sama dari kasus sebelumnya.

Empat kasus sebelumnya sudah ditangani hingga ke persidangan, namun untuk kasus kelima hingga tujuh tersebut masih sulit diungkap, termasuk motifnya.

Dari tujuh kasus, penculikan terjadi di atas pukul 00.10 Wita- 05.00 Wita. Korban seluruhnya warga yang tingggal di pesisir pantai.

Salah satu kesulitan mengungkap kasus ini, kata Dodik, yang melihat pelaku hanyalah korban, sehingga pembuktiannya masih lemah.

Sementara itu Direktur RS Anwar Makkatutu, Bantaeng, Syafrudin Nudrdin, mengatakan hingga saat ini ND masih dirawat. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan diketahui ada luka pada alat vital korban.

Sementara itu, ibu korban, menyebutkan putrinya yang masih duduk di bangku kelas 2 SD tersebut masih sering menangis kesakitan.

Seperti diketahui, penculikan disertai pemerkosaan terhadap ND terjadi pada Minggu dini hari. Korban ditemukan sekira pukul 02.30 Wita di lokasi yang berjarak sekira satu kilometer dari rumahnya. Kepada petugas ND mengaku diancam akan dijual ke Makassar jika tidak mau diperkosa.

Rekonstruksi Video Porno di Bogor, 12 Adegan Syur Diperagakan

Polisi sudah menggelar rekonstruksi pembuatan video porno di Parung, Bogor, Jawa Barat. Dalam rekonstruksi ini, para tersangka memperagakan 12 adegan syur di sebuah kamar hotel tersebut.

"Kemarin sudah rekonstruksi. Ada 10 adegan lebih. Sekitar 12," kata Kasat Reskrim Polres Kabupaten Bogor AKP Imron Ermawan saat ditemui detikcom di kantornya, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/3/2012).

Rekonstruksi digelar, Selasa (13/3), pukul 15.30 WIB hingga pukul 17.30 WIB.

Imron mengatakan 4 tersangka memeragakan masing-masing perannya. Sedangkan 2 orang saksi yang sebelumnya dilepaskan polisi yang saat kejadian juga ada di TKP tidak dihadirkan.

"Yang dua orang itu tidak ada karena tidak terlibat," ujarnya.

Seperti diketahui, 4 tersangka pembuatan video porno dibekuk pada 10 Maret lalu di sebuah kamar hotel di Parung. Ke empatnya kedapatan tengah syuting adegan syur.

Di dalam kamar terdapat 6 orang. 2 pemain terdiri 1 perempuan dan 1 laki-laki, 1 perekam kamera dan 1 perekam dengan HP. Sementara 2 orang lagi hanya menonton.

Siswi SMP Diperkosa di Penginapan Rp 40 Ribu/6 Jam di Puncak

Dua pemerkosa siswi SMP sudah berencana melakukan pemerkosaan. Setelah keduanya mengangkut korban, pelaku mencari-cari penginapan murah di Puncak.

Akhirnya, penginapan bertarif Rp 40 ribu per 6 jam pun menjadi tempat pelampiasan sadis R (21) dan P (35).

"TKP nya di sebuah penginapan," kata Kasat Reskrim Polres Kabupaten Bogor AKP Imron Ermawan saat ditemui detikcom di ruangannya, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/3/2012).

Sementara itu, Kanit PPA Polres Kab Bogor Aiptu FX Suyadi mengatakan penginapan tersebut disewa pelaku dari 24 Februari pukul 24.00 WIB hingga 25 Februari 06.00 WIB. Pemilik penginapan yang terkesan seperti rumah tua itu, Syamsudin, tak tahu menahu mengenai pemerkosaan tersebut.

"Nggak ada hubungannya sama si pemilik. Dia nggak tahu," ujar Suyadi.

Seperti diketahui, korban awalnya hendak pulang sekolah. Tiba-tiba lewat angkot 03 jurusan Ciapus-Ramayana. Korban yang mengenal salah satu sopir langsung naik ke angkot tersebut.

Namun bukannya diantar sampai ke rumah, korban malah dibawa ke Puncak. Di tengah jalan, korban sempat diancam. Korban lantas dibawa ke sebuah hotel dan diperkosa.

Artikel Menarik Lainnya