Home > Informasi > Kompor Berbahan Bakar Ketela Pohon (Bioetanol)
Kompor Berbahan Bakar Ketela Pohon (Bioetanol)
Posted on Jumat, 21 Desember 2012
Ide kreatifnya, adalah mengembangkan energi bioetanol. Zat ini menurut Nuur, merupakan ethil alkohol yang sangat efektif jika digunakan sebagai bahan bakar. Kelebihan paling mencolok adalah nilai oktannya yang sangat tinggi. Bioetanol memiliki angka research oktan di kisaran 108,6 dan motor oktan 89,7. Sedangkan nilai oktan pada premium yang dijual bebas berada pada level 88. (Pengertian mengenai oktan dapat dilihat disini).
Nilai oktan yang tinggi pada bioetanol tersebut tentunya akan berpengaruh pada tingkat efisiensi ketika digunakan sebagai bahan bakar. Satu liter bioetanol setidaknya setara dengan sembilan liter minyak tanah.
Inung saat ini sedang mencoba mengenalkan bahan bakar bioetanol serta kompor ketela pohon kepada masyarakat Purworejo. Menurut dia, kompor ketela pohon yang pernah ditemukan oleh keponakannya, Arta Yunita, mahasiswa IPB (Institut Pertanian Bogor) beberapa tahun lalu, akan dikembangkan di Purworejo.
Menurut Nuur, kompor ini sangat ramah lingkungan dan dijamin tidak akan terjadi ledakan karena bahan bakar minyak etanol dari bahan ketela pohon merupakan barang yang tidak berbahaya seperti minyak atau gas.
"Proses pembuatannya pun cukup sederhana. Ketela pohon atau bahan - bahan lain dengan kandungan karbohidrat dan glukosa tinggi dihaluskan lalu direbus. Bahan - bahan itu kemudian di ditambahkan enzim amilase dan diberi ragi. Setelah didiamkan sekitar tiga hingga empat hari untuk proses fermentasi, jadilah bioetanol," ujarnya.
"Untuk penyempurnaannya, bioetanol tadi dicampur batu kapur. Setelah jadi, tinggal diukur kadar etanolnya menggunakan alkohol meter, lalu dapat digunakan untuk bahan bakar kompor," tambahnya.
Dari hasil percobaan yang dilakukannya, selain hasil masakan tidak cepat gosong, etanol yang digunakan sangat irit, yakni 10 liter air yang dimasak hanya membutuhkan Rp 80 (delapan puluh rupiah), dari satu liter etanol yang dibeli dengan harga Rp 7400 per liternya.
Untuk pengembangan kompor berbahan ketela pohon di Purworejo, Nuur mengaku akan bekerja sama dengan para perajin kompor di wilayah Kecamatan Bayan yang sudah gulung tikar. Dalam waktu dekat, bersama rekan - rekannya juga akan mempromosikan kepada masyarakat agar beralih menggunakan kompor tersebut.
Dijelaskan Nuur, kompor berbahan bakar bioetanol ini harganya memang cukup mahal. Untuk saat ini kompor yang biasa dihargai Rp 130 ribu, dan yang lebih modern dihargai Rp 270 ribu. Dalam tiga hari ini sudah 30 kompor dipesan oleh para tetangga dan teman yang minat dengan kompor tersebut.\
Category Article Informasi -- Tampilkan lebih banyak posting klik disini Sitemap
Postingan menarik lainnya :
Cari Blog Ini
Categories
alasan ciuman
Anak Muda
Artis
Astronomi
Berita
Beside Story
bikini contest
Biografi
bisnis
Bisnis / Keuangan
Blogger Hack
Blogging
Cerita Humor
ciuman
Clickbank survey
Comment Box
controversial magazine
Dasar-Dasar
Design Graphic
Dewasa
Domain Hosting
Download
Emoticons
Facebook
Fenomena
Film
foto ciuman
Fotografi
gaya ciuman
Gaya Hidup
Hardware
Home Industry
Humor
Informasi
Internet
iPad
jadwal satelit jatuh
Kesehatan
kiamat 2012
kit
Komputer
Kosmo
Lain-Lain
Legenda
Lowongan Pekerjaan
magazine
magazine covers
Menu-Menu
Misteri
Mobile
moto show girls
Mudik
Musik
Muslim
Notebook
Olahraga
Otomotif
Pendidikan
Pernak-Pernik
pidato sby malaysia
Read More
Rumah Tangga
satelit jatuh
satelit jatuh ke bumi
satelit phobos
SEMENTARA
SEO
Sepak Bola
sfi-88
SMS Lucu
Software
taiwan
Teknologi
Template
thoi
Tips dan Trik
TOKO-ONE
Twitter
uniform
Unik
Video
Widgets
Wordpress
Zodiak
Pupular Posts
- 15 Polisi Memaksa Tahanan Wanita Menari Bugil
- Olahraga Dapat Membantu Meningkatkan Kecerdasan
- Virus Penyebar Konten Porno Menyerang Facebook
- Wanita Keterbelakangan Mental Diperkosa Para Pemuda
- Foto Adik Miyabi, Jauh Lebih Hot!
- Wanita Menikah Dengan Pria Bule
- Foto Cewek Hot & Seksi Beredar Di Twitter
- 3 Kesalahan Wanita Dalam Bercinta
- Gadis Pemalu Pamer Pose Seksi
- Kompor Berbahan Bakar Ketela Pohon (Bioetanol)

