Home > Informasi > Warga Mangli, Menikmati Teh Dengan Cara Unik
Warga Mangli, Menikmati Teh Dengan Cara Unik
Posted on Selasa, 11 Desember 2012
Udara di Desa Mangli sangat sejuk, pemandangannya sangat indah, terlebih saat melihat sikap dan perilaku masyarakat yang hidup sederhana. Mereka bekerja di ladang tanpa mengenal lelah. Pulang dari ladang, selalu membawa rumput untuk pakan ternak, serta kayu bakar untuk keperluan masak.
Desa Mangli berada di ketinggian 1.500 meter diatas permukaan laut (DPL), merupakan desa paling tinggi di wilayah Kabupaten Magelang. Suhu udaranya dibawah 20 derajat celcius pada siang hari, karena sinar matahari sering tertutup awan. Luas desa mencapai 233 hektar, terdiri 94 hektar hutan lindung, 14 hektar pemukiman penduduk, dan 125 hektar areal pertanian.
Pemandangan Desa Mangli cukup indah, batasan tanah ditata model terasering yang ditandai dengan tanaman teh, membentuk trap (undakan) setengah lingkaran, baik tanah pekarangan, perkebunan dan pemukiman. Atap rumah warga, mayoritas menggunakan seng untuk menyerap panas matahari.
Ternyata teh juga merupakan minuman tradisional yang masih disuka masyarakat setempat. Warga juga mengolah minuman teh sendiri yang dipetik dari ladang, karena setiap pembatas ladang sawah terdapat tanaman pohon teh yang tumbuh subur.
Setiap saat, pucuk daun teh hijau dapat dipetik kemudian diolah dan dikeringkan tanpa sinar matahari. Cara mengolahnya pun sangat unik, karena tidak dijemur menggunakan sinar matahari, tapi daun - daun teh hijau yang baru dipetik itu, lalu digoreng sangan menggunakan tempayan.
Setelah daun teh berwarna kecoklatan baru diangkat dan siap disajikan dengan air panas dan menggunakan gula jawa. Cara pengolahan ini menurut warga setempat memang resep peninggalan nenek moyang mereka. "Dengan pengolahan tradisional seperti itu malah rasanya lebih nikmat," kata salah seorang warga Mangli.
Kepala Desa Mangli, Juwandi menambahkan, potensi yang dimiliki Mangli, terdapat area perkebunan teh, buah dan sayuran. Areal perkebunan sangat luas dan berbukit. Setiap keluarga memiliki pasokan jagung untuk persediaan makan hingga musim panen mendatang. Sedangkan teh, dipetik sendiri meski menjadi tanaman selingan di galengan sawah.\
Category Article Informasi -- Tampilkan lebih banyak posting klik disini Sitemap
Postingan menarik lainnya :
Cari Blog Ini
Categories
alasan ciuman
Anak Muda
Artis
Astronomi
Berita
Beside Story
bikini contest
Biografi
bisnis
Bisnis / Keuangan
Blogger Hack
Blogging
Cerita Humor
ciuman
Clickbank survey
Comment Box
controversial magazine
Dasar-Dasar
Design Graphic
Dewasa
Domain Hosting
Download
Emoticons
Facebook
Fenomena
Film
foto ciuman
Fotografi
gaya ciuman
Gaya Hidup
Hardware
Home Industry
Humor
Informasi
Internet
iPad
jadwal satelit jatuh
Kesehatan
kiamat 2012
kit
Komputer
Kosmo
Lain-Lain
Legenda
Lowongan Pekerjaan
magazine
magazine covers
Menu-Menu
Misteri
Mobile
moto show girls
Mudik
Musik
Muslim
Notebook
Olahraga
Otomotif
Pendidikan
Pernak-Pernik
pidato sby malaysia
Read More
Rumah Tangga
satelit jatuh
satelit jatuh ke bumi
satelit phobos
SEMENTARA
SEO
Sepak Bola
sfi-88
SMS Lucu
Software
taiwan
Teknologi
Template
thoi
Tips dan Trik
TOKO-ONE
Twitter
uniform
Unik
Video
Widgets
Wordpress
Zodiak
Pupular Posts
- Krisdayanti Dan Raul Lemos Terancam Batal Menikah
- Truk Menabrak Mobil Kapolda Kalbar
- Boking Kamar Dengan Selingkuhan, PNS Digerebek
- Payudara Pecah Karena Implan Murahan
- Bagir Kecewa Dengan Dipo Alam
- Hamil Setelah Ditiduri Pacar 15 Kali
- Pengamen Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi
- 2 Warga Ternate Ditangkap Karena Edarkan Uang Palsu Rp. 15 Juta
- Kuburan Ahmadiyah Dibongkar Warga, Jenazah Diletakkan Di Tanah Kosong
- Warga Mangli, Menikmati Teh Dengan Cara Unik

